Cara Mencegah Penularan Penyakit TBC, Simak Penjelasannya!

   
   Cara Mencegah Penularan TBC - Dalam banyak kasus, penyakit TBC bisa dibilang masuk kedalam kategori sebagai salah satu penyakit mematikan didunia. Tentu hal ini tidak berlaku jika penyakit TBC segera anda ditangani. Selain akan membuat penyakit semakin parah, TBC juga akan menjadi mimpi buruk bagi orang disekitar jika TBC terlalu lama dibiarkan.

  Kenapa demikian? alasannya tidak lain karena penyakit tersebut merupakan penyakit yang bisa menular. Mekanisme penularannya pun sangat mudah yakni bisa melalui udara ketika batuk, bersin, tertawa bahkan berbicara sekalipun. Saat kita batuk atau bersin, biasanya kita akan mengeluarkan percikan ludah. Nah, percikan tersebutlah yang menjadi sumber terbesar bakteri penyebab TBC.

   Penularan melalui udara bukanlah tanpa alasan sebab hal ini ada kaitannya dengan organ utama yang paling sering diserang yaitu paru-paru. Sayangnya, paru-paru tidak sendirian karena TBC juga bisa menyerang beberapa bagian tubuh lain seperti ginjal, sendi, tulang hingga syaraf pusat. 

  Sebenarnya siapa yang menjadi dalang penyerangan penyakit TBC? penyerangan ini disebabkan oleh bakteri yang bernama Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini bersifat sangat kuat karena bisa bertahan selama beberapa jam di udara bebas. Seakan mencari korban baru, bakteri terombang-ambing diudara lalu masuk ke saluran pernapasan orang lain. Jika sudah demikian, pertahanan tubuh mulai memainkan perannya. Apabila imunitas kuat, kemungkinan tertular akan sangat kecil dan begitu pula sebaliknya. 

   Tahukah anda, gejala paling mendasar dari penyakit TBC khususnya paru-paru adalah batuk? hampir semua kasus penyakit TBC dimulai dengan gejala sepele ini, batuk berkepanjangan yang begitu awet harus menjadi perhatian anda. Segera periksakan diri anda sebelum penyakit semakin parah dan mulai menular. Potensi perkembangan penyakit menular TBC di Indonesia berkembang cukup pesat. 

  Berdasarkan data yang dibeberkan oleh WHO, Indonesia menempati urutan ke empat sebagai negara dengan penderita TBC tertinggi didunia. Sementara itu, sederet negara diatas Indonesia diisi oleh India, China dan Afrika selatan. Melihat data tersebut, kita berkesimpulan bahwa pertumbuhan penyakit TBC sangat potensial dialami oleh negara-negara berkembang. Tidak ada cara lain untuk menekan peringkat Indonesia tersebut kecuali dengan cara mengambil langkah pencegahan dan pengobatan.

   Meski dicap sebagai penyakit menular, pengobatan penyakit TBC tidak bisa dibilang sulit ataupun sebaliknya. Harapan sembuh dari penyakit TBC masih sangat besar karena dengan waktu 6-9 bulan menjalani pengobatan secara rutin maka kesembuhan bukanlah suatu perkara yang mustahil. Terus pantau kondisi anda selama menalani pengobatan sampai anda benar-benar dinyatakan sehat oleh tim medis.

   Apabila kesehatan sudah kembali anda miliki, jangan lupa untuk memeriksakan orang terdekat atau keluarga anda. Langkah ini diperlukan untuk memastikan mereka bebas dari penularan. Perhatian lebih harus diberikan pada anak-anak karena aktivitas hiperaktif bersama teman-temannya cukup beresiko terjangkit bakteri TBC. Kita tidak pernah tahu kondisi udara yang dihirup sang buah  hati maka dari itu penting bagi anda sebagai orang tua untuk terus memantau kesehatan anak. Kalaupun keluarga anda sehat, langkah pencegahan adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan tersebut. Untuk itu mari kita lihat bagaimana cara pencegahan secara garis besar berikut ini.


Cara Mencegah Penyakit TBC

Vaksinasi BCG

   BCG merupakan singkatan dari bacille calmette guerin. Vasksinasi jenis ini adalah vaksin yang digunakan untuk mencegah penularan terhadap penyakit TBC. Metode vaksinasi menggunakan BCG terbukti efektif dalam hal melakukan pencegahan serta penularan penyakit TBC. Beberapa negara maju semisal Amerika, mereka sangat mewajibkan untuk menggunakan vaksin tersebut terlebih lagi bagi anak-anak. Vaksin BCG dapat menurunkan resiko kemungkinan infeksi TB yang berat seperti TB tulang, TB miller dan TB selaput otak.

   Pemberian BCG tidak perlu dilakukan secara berulang karena didalamnya terdapat kuman hidup sehingga antibodi yang dihasilkan selalu tinggi. Vaksin ini biasanya didapat pada kegiatan imunisasi anak. Apabila anak anda belum diberikan imunisasi maka alangkah baiknya untuk segera memberikan suntik vaksin BCG tersebut. Biasanya, vaksin BCG diberikan sebelum anak berusia 2 bulan, namun kalaupun terlambat, vaksin masih bisa diberikan dengan catatan terlebih dahulu melakukan tes mantoux. Tes ini dimaksudkan untuk memastikan anak bebas dari kuman mycrobacterium tuberculosis. Sesuai anjuran yang disampaikan oleh WHO, lokasi penyuntikan BCG terletak pada lengan kanan atas.

Melakukan Tes

   Sejauh ini, tes mantoux merupakan tes yang paling efektif digunakan untuk mendeteksi infeksi bakteri TBC. Mekanisme tes tersebut dilakukan dengan cara menyuntikan protein yang berasal dari kuman TBC sebanyak 0,1 ml dengan menusukkan jarum suntik kecil dibawah lapisan atas kulit lengan bawah kiri. Indurasi suntikan ditandai dengan bentuk benjol kemerahan yang muncul di area sekitar lokasi penyuntikan.

   Ikuti serangkaian pemeriksaan lainnya jika hasil mantoux dinyatakan positif. Salah satu pemeriksaan lanjutan tersebut adalah melalui pemeriksaan rontgen. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi TBC lebih detail. Paru-paru menjadi organ tubuh paling disorot selama proses foto rontgen berlangsung. Keberadaan bercak putih dalam hasil rontgen patut dicurigai menjadi indikasi penyakit TBC. Akan tetapi metode rontgen tidak bisa dilakukan sebelum tes mantoux dilewati. Kenapa? karena hasil rontgen tidak bisa diandalkan sepenuhnya untuk mengetahui gejala TBC.

Jaga Jarak dengan Pasien TBC

   Sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir kemungkinan penyebaran TBC, tentu kita harus menjaga jarak dengan penderita TBC. Upaya ini bukan berarti menjauhi atau bahkan sampai mengucilkan mereka namun hal tersebut dilakukan untuk kebaikan orang banyak. Penderita TBC hendaknya mendapatkan perawatan khusus yang tidak bisa kita lakukan sendiri. Kita membutuhkan peran tenaga medis karena mereka memiliki perlengkapan keamanan. 

  Sesuaikan sikap anda agar tidak menyinggung perasaan penderita TBC yang pada akhirnya menghambat proses pengobatan. Apabila anda mau bertemu dengan penderita TBC dalam jarak yang cukup dekat maka anda wajib mengambil langkah perlindungan seperti menggunakan masker. Nah, untuk pengidap TBC, saya harap anda tidak berkecil hati dengan kondisi anda karena cepat atau lambat anda akan berkumpul seperti biasa dengan keluarga anda. Tetap semangat!


Gaya Hidup Sehat

   Pada dasarnya, hampir semua penyakit memiliki hubungan yang begitu dekat dengan pola atau gaya hidup sehat. Gaya hidup yang buruk tentunya akan berdampak pada masalah kesehatan khususnya penyakit TBC. Bakteri penyebab penyakit TBC tidak muncul tanpa ada sebuah alasan. Entah disadar atau tidak, salah satu alasan kemunculan bakteri tersebut pastinya dikarenakan kecerobohan kita sendiri.

   Tingkat resisitensi penyakit TBC para penganut gaya hidup buruk akan sangat tinggi dibandingkan dengan mereka yang begitu teliti akan kesehatannya. Banyak aspek yang harus kita perhatikan dalam hal ini, mulai dari pola makan, pola tidur, pola pikir dan lain-lain. Kita bisa memulai pencegahan TBC dengan cara mengkonsumsi makanan bergizi dan bersih seperti buah-buhan, sayur-mayur, biji-bijian hingga daging rendah lemak. Sebisa mungkin hindari asupan kurang sehat semisal lemak dan gula berlebih.

   Selain itu, pola makan pun harus diimbangi dengan rajin berolahraga. Luangkan waktu anda setidaknya 3-4 kali dalam semingu. Bila peru kombinasikan beragam jenis olahraga selama rentan waktu satu minggu tersebut. Olahraga tidak hanya bertujuan menguatkan otot namun juga bisa menguakan kekebalan tubuh. Inilah yang coba kita lakukan untuk melawan bakteri TBC. Jangan buat tubuh anda rentan dan lemah terhadap penyakit ini hanya karena kurang tidur. Penting kiranya bagi anda untuk memperhatikan kualitas tidur. Cukupi kebutuhan jasmani dan pikiran anda lewat tidur minimal 7-8 jam sehari.



Postingan terkait:

Penulis blog ini merupakan seorang mahasiswa berstatus jomblo yang mengisi kekosongan dengan kegiatan blogging (blogger jomblo). Saya berharap semua konten yang ada di blog ini bisa bermanfaat untuk kita semua.

Apa tanggapan Anda untuk "Cara Mencegah Penularan Penyakit TBC, Simak Penjelasannya!"

Post a Comment

Beri komentar Anda di blog ini dengan cerdas dan etika yang baik :)